C. Konsepsi IBD dalam kesusastraan
Pada pembahasan sebelumnya sudah dijelaskan bahwa Ilmu Budaya Dasar adalah ilmu yang membahas suatu sisi kehidupan manusia dan membahas segala permasalahan yang dialaminya .
Sisi kehidupan manusia tidak hanya terkait dalam permasalahan yang ada tetapi juga dapat dikaitkan dengan seni yang dilahirkan oleh si manusianya itu sendiri . Selama manusia itu ada pasti seni pun juga ada , karena manusia diciptakan berbeda-beda dengan kemampuan yang berbeda-beda pula , dari semua perbedaan itulah seni itu muncul .
Budaya tidak bisa dilepaskan dengan seni , oleh karena itu konsep Ilmu Budaya Dasar mengarah pada seni atau kesusastraan . kesusastraan berasal dari kata sastra yang berarti sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.
Menurut saya , Ilmu Budaya Dasar termasuk jenis tulisan yang memiliki keindahan tertentu karena pada dasarnya yang diangkat dalam penulisannya berhubungan dengan cara hidup dan segala sesuatunya yang dialami masyarakat yang bermacam-macam.
Sastra memiliki beberapa fungsi yaitu :
- Fungsi rekreatif, yaitu sastra dapat memberikan hiburan yang menyenangkan bagi penikmat atau pembacanya.
- Fungsi dudikatif, yaitu sastra mampu mengarahkan atau mendidik pembacanya karena nilai-nilai kebenaran dan kebaikan yang terkandung didalamnya.
- Fungsi estetis, yaitu sastra mampu memberikan keindahan bagi penikmat/pembacanya karena sifat keindahannya.
- Fungsi moralitas, yaitu sastra mampu memberikan pengetahuan kepada pembaca/peminatnya sehingga tahu moral yang baik dan buruk, karena sastra yang baik selalu mengandung moral yang tinggi.
- Fungsi religius, yaitu sastra pun menghasilkan karya-karya yang mengandung ajaran agama yang dapat diteladani para penikmat/pembaca sastra.
Bila dilihat dari bentuknya, sastra terdiri atas 4 bentuk, yaitu :
- Prosa, bentuk sastra yang diuraikan menggunakan bahasa bebas dan panjang tidak terikat oleh aturan-aturan seperti dalam puisi.
- Puisi, bentuk sastra yang diuraikan dengan menggunakan bahasa yang singkat dan padat serta indah.
- Prosa liris, bentuk sastra yang disajikan seperti bentuk puisi namun menggunakan bahasa yang bebas terurai seperti pada prosa.
- Drama, yaitu bentuk sastra yang dilukiskan dengan menggunakan bahasa yang bebas dan panjang, serta disajikan menggunakan dialog atau monolog. Drama ada dua pengertian, yaitu drama dalam bentuk naskah dan drama yang dipentaskan.
Hubungan Antara Ilmu Budaya Dasar dengan Prosa
Prosa merupakan cerita rekaan atau sebuah karya fiksi yang di dalamnya terdapat tokoh, alur, dan peristiwa. Dalam kesusastraan Indonesia kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru.
1. Prosa Lama, adalah prosa bahasa Indonesia yang belum dipengaruhi oleh budaya barat. Prosa Lama meliputi :
- Dongeng
- Hikayat
- Sejarah
- Epos
- Cerita pelipur lara
2. Prosa Baru adalah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apapun. Prosa Baru meliputi :
- Cerita pendek
- Roman / novel
- Biografi
- Kisah
- Otobiografi
Jenis-jenis prosa di atas biasanya merupakan karya sastra yang dibuat dalam bentuk cerita yang di dalamnya terdapat pesan atau amanat yang berhubungan dengan masalah-masalah manusia dalam kehidupan. Cerita yang digambarkan dalam dongeng, hikayat, sejarah, dll selalu terinspirasi dari apa yang terjadi di masyarakat. Ilmu Budaya Dasar mengkaji manusia dengan segala permasalahannya, itulah yang menjadi jembatan penghubung antara prosa dengan Ilmu Budaya Dasar.
Hubungan Antara Ilmu Budaya Dasar dengan Puisi
Puisi adalah bentuk karangan yang tidak terikat oleh rima, ritme ataupun jumlah baris serta ditandai oleh bahasa yang padat, yang merupakan ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam, dan Tuhan.
Puisi dikatakan berhubungan dengan ilmu budaya dasar, karena pada puisi terselip makna kehidupan yang seringkali sulit dimengerti namun mengisyaratkan pada manusia agar dapat melihat dan mengerti banyak hal tentang pengalaman hidupnya sendiri maupun masyarakat. Melalui media ini pula (puisi) penyair menunjukkan bagian dalam hati manusia. Puisi juga memberikan pengetahuan tentang manusia sebagai makhluk sosial dan seringkali menggambarkan keadaan budaya di suatu wilayah.
Hubungan Antara Ilmu Budaya Dasar dengan Prosa Liris
Prosa liris merupakan bentuk prosa yang iramanya terikat, setiap kalimatnya mempunyai jumlah suku kata yang hampir sama. Antara larik kalimat yang satu dan yang lain ada yang berirama dan ada yang tidak. Prosa liris dapat dikatakan sebagai gabungan dari prosa dan puisi. Maka dari itu, hubungan antara ilmu budaya dasar dengan prosa liris adalah gabungan dari dua pembahasan sebelumnya.
Hubungan Antara Ilmu Budaya Dasar dengan Drama
Drama berarti perbuatan/ tindakan. Kata drama berasal dari bahasa Yunani “draomai” yang berarti berbuat, berlaku, bertindak dan sebagainya. Drama adalah hidup yang dilukiskan dengan gerak. Konflik dari sifat manusia merupakan sumber pokok drama. Drama dapat dikatakan sebagai duplikasi dari kejadian/peristiwa yang terjadi di masyarakat. Biasanya drama menyajikan sebuah pertunjukkan yang berisi kritik terhadap masalah-masalah yang terjadi di masyarakat. Tak jarang drama yang disajikan bertema dan terfokus terhadap kebudayaan masyarakat tertentu.
Drama termasuk salah satu media yang paling mudah untuk menggambarkan hubungan antara ilmu budaya dasar dengan kesusastraan, sebab penggambarannya secara langsung melalui tindakan tokoh dan mudah untuk ditangkap maknanya.
Jadi, ilmu budaya dasar sangatlah berhubungan dengan kesusastraan. Selain ornamen terpenting dari budaya adalah bahasa yang tidak lain adalah sastra, jenis-jenis sastra itu sendiri pun merupakan duplikasi atau penggambaran dari objek kajian ilmu budaya dasar, yaitu manusia dengan segala bentuk permasalahannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar